Jumat, 09 Desember 2011

Reformasi birokrasi hanyalah sebatas retorika

Hari Kamis, 8 Desember kemarin saya berkesempatan memperpanjang STNK sepeda motor yang akan habis seminggu yang akan datang. Setelah sebelumnya mencari informasi terlebih dahulu dimana lokasi stnk keliling yang akan beroperasi pada hari itu. Setelah mendapatkan informasi dari salah seorang teman akhirnya meluncurlah ke TKP di Kawasan Lapangan Banteng Selatan.


Tidak tahu kenapa kok saya ingin memperpanjang STNK di lokasi SAMLING ( samsat keliling ) daripada di Kantor Samsat, padahal di lokasi ini baru kali pertama mengurus surat-surat motor. Perasaan kawatir sempat menghinggapi pikiran karena waktu telah menunjuk pukul 11.30 WIB, karena biasanya formulir telah ludes dan mobil sudah pulang ke Markas Polda Metro Jaya. Sekalian pulang motor saya arahkan ke Kawasan Lapangan Banteng Selatan atau di lokasi biasa tempat Pameran Flona dan Fauna.


Sampailah saya di TKP sekira pukul 12.30 WIB dan langsung disambut salah satu petugas berbaju lengan panjang putih dan bercelana hitam. Berikut perbincangan kami
Saya      : Selamat siang pak ? apakah formulir untuk perpanjangan STNK masih ada saat ini ? 
Petugas : Masih mas, kalau mobil SAMLING masih berada di sini berarti masih tersedia. 
Saya      : Lantas apa saja syarat-syarat yang harus disiapkan pak ?
Petugas  : Foto Copy BPKB,STNK,KTP dan sertakan yang aslinya lantas isi formulir dulu.
Tanya jawab panjang lebar terus berlanjut sampai akhirnya ...............
Petugas  : Mas mau buru-buru atau menunggu ?
Saya      : Saya mau menunggu saja pak, lagian saya baru pertama ngurus di samling jadi pengin menambah pengalaman seperti apa sih mengurus perpanjangan STNK. 


Sambil menunggu loket pengambilan formulir dibuka pikiran saya terus berkecamuk apa maksud dari pertanyaan terakhir Pak Polisi tadi. Naluri keingintahuan saya tentang pertanyaan petugas tadi membuat perhatian saya tertuju pada orang-orang yang mengurus STNK dan sekeliling lokasi tersebut. Secara kebetulan ada 2 orang perempuan yang juga ingin mengurus perpanjangan STNK, lantas 2 orang tadi didatangin petugas yang lainnya dan terjadilah negosiasi dirinya tidak banyak waktu sehingga ingin cepat selesai prosesnya.


Yang membuat saya sedikit terkejut belum selesai saya mengantri di loket pendaftaran, si ibu tadi yang kelihatannya oknum PNS di salah satu kementrian dekat Lapangan Banteng sudah menerima STNK yang baru saja diperpanjang. Lho kok sekilat itu jadinya padahal datangnya duluan saya beberapa menit guman saya dalam hati. Tidak berhenti disitu saya lantas mencari informasi dari salah satu petugas pendukung mobil samling, sepertinya petugas kebersihan di lokasi tersebut, berikut perbincangan singkat saya.
Saya                       : Pak mau tanya nih, apa sih maksud bapak tadi kok saya ditanya mau buru-2 atau tidak ?
Petugas Kebersihan : Maksudnya kalau mas mau cepat, tinggal nambah uang Rp 20.000 ribu langsung jadi, tanpa harus melalui prosedur ngantri di loket dan isi formulir.
Saya                       : Oooooooooooooooo begitu to pak........sambil ngeloyor menuju loket pembayaran.


Ternyata sampai detik ini praktek-praktek pencaloan,sogok,dan pungli masih terus berlanjut, walaupun bermainnya halus dan cantik.Adapaun himbauan dan juga intruksi yang selalu didengung-dengungkan para petinggi-petinggi di lembaga kepolisian ternyata hanyalah isapan jempol belaka. Di akar rumput/grass root ternyata mental-mental korup masih meraja lela.


Tetapi saya juga tidak pungkiri bahwa keberadaan Layanan Perpanjangan SIM/STNK keliling merupakan salah satu terobosan Direktorat Lalu-Lintas PMJ dalam memberikan layanan prima kepada masyarakat dan tentu keuntungan pengurusan perpanjangan SIM dan STNK di Samsat Keliling cukup singkat hanya sekitar 30 menit saja mulai dari menyerahkan formulir hingga mendapatkan STNK yang sudah diperpanjang.
  
Hal sungguh merupakan sesuatu yang harus diapresiasi dan kita dorong untuk instansi lain bisa memberi pelayanan yang seperti ini atau lebih prima lagi.


Semoga Slogan yang di lontarkan Alm Kapolri Jendral ( Purn ) Kunarto 
Si POLIN : Tekadku Pengabdian Terbaik benar-benar dapat dirasakan masyarakat pada umumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar